EFEKTIVITAS KULIT PISANG TANDUK (Mussa X paradisiaca) TERHADAP KUALITAS MINYAK GORENG

Authors

  • Florentina Maana Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Papua
  • Bimo Budi Santoso Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Papua
  • Darma Santi Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Papua
  • Nurhaida Nurhaida Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Papua

DOI:

https://doi.org/10.30862/psnmu.v7i1.9

Keywords:

Minyak Goreng, Mussa X Paradisiaca, Rancangan Acak Lengkap (RAL), Antioksidan, Analysis of Variances (ANOVA)

Abstract

Penggunaan minyak goreng secara berulang sangat sulit dihindari oleh masyarakat, dilain pihak cara tersebut sangat berpengaruh terhadap menurunnya kualitas minyak goreng. Salah satu cara untuk meminimalkan penurunan kualitas minyak goreng adalah dengan menambahkan kulit pisang tanduk (Mussa x paradisiaca). Penelitian ini dilakukan dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL). Dalam penelitian ini dilakukan pengujian dengan menggunakan satu jenis (merek) sampel minyak goreng dan dibagi dalam lima perlakuan: pertama tanpa penambahan apa pun (P-), kedua dengan penambahan 0,1% antioksidan sintesis BHT (P+), ketiga dengan penambahan 1% bubuk kulit pisang tanduk (P1), keempat dengan penambahan 2% bubuk kulit pisang tanduk (P2) dan kelima dengan penambahan 3% bubuk kulit pisang tanduk (P3). Kadar asam lemak bebas yang didapat dari kelima perlakuan selanjutnya diuji menggunakan anlysis of variance (ANOVA). Hasil menunjukkan P3 merupakan jenis perlakuan terbaik pada minyak goreng dalam menurunkan bilangan peroksida dan asam lemak bebas. Penurunan bilangan peroksida dan kadar asam lemak bebas pada minyak goreng melalui penambahan kulit pisang tanduk menghasilkan kadar asam lemak bebas rata-rata sebesar 1%b/b, 2%b/b dan 3%b/b yaitu 4,310%, 4,181% dan 3,968% serta kadar bilangan peroksida rata-rata yaitu 18,33 mek O2/kg, 17 mek O2/kg dan 13 mek O2/kg. Walaupun kadar asam lemak bebas dan bilangan peroksida mengalami penurunan, tetapi nilai tersebut belum sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Standarisasi Nasional Indonesia (SNI).

Downloads

Published

2022-05-31

Issue

Section

Articles