SIMBIOSIS MUTUALISME ANTARA VIRUS DAN TANAMAN

Authors

  • Miftakhurohmah Miftakhurohmah Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Jl. Tentara Pelajar No.3, Bogor, 16111, Jawa Barat
  • Abdul Munif Abdul Munif Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, IPB

DOI:

https://doi.org/10.30862/psnmu.v7i1.4

Keywords:

estetika tanaman, interaksi positif, vigoritas tanaman, virus

Abstract

Interaksi antara virus dan tanaman seringkali dikaitkan dengan penyakit atau bersifat interaksi negatif. Akhir - akhir ini mulai dikaji interaksi positif antara virus dan tanaman, yang memberikan manfaat bagi keduanya, dikenal dengan istilah simbiosis mutualisme. Makalah ini menguraikan peran positif virus dalam meningkatkan estetika tanaman, toleransi terhadap kekeringan dan kajian simbiosis endogenus virus dan tanaman. Infeksi virus pada beberapa tanaman justru menghasilkan bunga dengan warna pecah yang menarik, sehingga banyak dicari oleh pecinta tanaman hias. Contoh keberhasilan produksi bunga hias dengan infeksi virus adalah bunga tulip. Namun, saat ini mulai dikaji efek negatif produksi massal tanaman hias hasil infeksi virus, karena dikhawatirkan menjadi sumber inokulum bagi tanaman budidaya. Komersialisasi beberapa tanaman hias hasil infeksi virus sudah dihentikan, seperti produksi bunga tulip dan tanaman mentha hias terinfeksi virus. Sebagai parasit obligat, virus harus mempertahankan kondisi inangnya, untuk kelangsungan aktifitasnya. Pada kondisi stres kekeringan, beberapa kasus infeksi virus pada tanaman dapatĀ  berperan dalam pensinyalan asam absisic (ABA) maupun asam salisilat (SA), yang berfungsi untuk menginduksi respon ketahanan tanaman terhadap kekurangan air. Fenomena baru, integrasi virus ke dalam genom tanaman juga menunjukkan peran positif virus terhadap tanaman. Sikuen endogenous plant pararetrovirus (EPRV) pada tanaman tomat dilaporkan dapat menginduksi ketahanan tanaman terhadap infeksi virus sekerabat. Interaksi positif antara virus dan tanaman dapat bersifat langsung, misalnya meningkatkan ketahanan terhadap kekeringan maupun infeksi virus sekerabat. Sifat interaksi tidak langsung terjadi pada infeksi virus pada tanaman hias, karena tidak langsung meningkatkan vigoritas tanaman, namun menyebabkan manusia tertarik untuk melakukan budidaya terhadap tanaman tersebut.

Downloads

Published

2022-05-31

Issue

Section

Articles