OPTIMASI PEMBUATAN BRIKET BIOARANG SEKAM PADI DAN KULIT DURIAN SERTA PEMANFAATANNYA SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF KOMPOR YANG BEREDAR DI PASARAN

Authors

  • David Mangallo Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Cenderawasih, Jayapura
  • Rombe Allo Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Cenderawasih, Jayapura

DOI:

https://doi.org/10.30862/psnmu.v7i1.31

Keywords:

Biomassa, briket, kulit durian, sekam padi, energi terbarukan

Abstract

Upaya untuk mengatasi krisis bahan bakar minyak dapat dilakukan dengan cara menghemat atau mengurangi penggunaan bahan bakar minyak serta upaya pengalihan pemanfaatan energi fosil (minyak) ke pemanfaatan energi terbarukan (renevable energy). Salah satu alternatif untuk mengatasi krisis bahan bakar minyak yaitu dengan pemanfaatan limbah biomassa sekam padi dan kulit durian menjadi briket. Tujuan penelitian ini adalah pemanfaatan limbah biomassa menjadi briket yang dapat digunakan sebagai bahan bakar untuk keperluan rumah tangga dan industry kecil. Target khusus yang ingin dicapai adalah teknologi tepat guna pembuatan biobriket dari sekam padi dan kulit durian. Untuk mencapai target tersebut, metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan membuat briket pada beberapa perbandingan campuran arang sekam padi dan kulit durian, yang meliputi tahapan karbonisasi, penghalusan karbon, pencapuran dan pencetakan briket. Briket yang dihasilkan dikarakteristik dengan melakukan beberapa pengujian, meliputi: pengujian nilai kalor, analisis proksimasi dan ultimasi, pengujian kekuatan briket, dan pengujian mendidihkan air. Hasil pengujian nilai kalor dan pengujian kekuatan tekan meunjukkan bahwa: semakin besar  persentase campuran sekam padi akan semakin menaikkan nilai kalor  dan nilai kekuatan tekan briket campuran sekam padi dan kulit durian yang dihasilkan. Hasil pengujian kekuatan tekan dan analisis proksimasi terlihat bahwa jenis campuran briket yang terbaik adalah jenis campuran E (70 % arang sekam padi : 30 % arang kulit durian) dengan kekuatan tekan tertinggi sebesar 140,896 kg/cm2, kadar ash terendah yaitu 44,80 % serta fixed carbon tetinggi sebesar 31,89 %.

Downloads

Published

2022-05-31

Issue

Section

Articles