NOKEN SERAT ALAM PADA MASYARAKAT ARFAK DI KAWASAN CAGAR ALAM PEGUNUNGAN ARFAK TELAAH PENGETAHUAN DAN KONTRIBUSI NOKEN SERAT ALAM TERHADAP EKONOMI RUMAH TANGGA

Authors

  • Marsia A. R. Rumatray Laboratorium Biologi Hutan Fakultas Kehutanan.Universitas Papua
  • Jimmy F. Wanma Laboratorium Biologi Hutan Fakultas Kehutanan.Universitas Papua
  • Helmy Y. Setiabudi Laboratorium Teknologi Hasil Hutan, Fakultas Kehutanan Universitas Papua
  • Cicilia M. E. Susanti Cicilia M. E. Susanti Laboratorium Teknologi Hasil Hutan, Fakultas Kehutanan Universitas Papua
  • Bersila Matisa Laboratorium Biologi Hutan Fakultas Kehutanan.Universitas Papua
  • Laurensia Verina Mapandin Laboratorium Biologi Hutan Fakultas Kehutanan.Universitas Papua

DOI:

https://doi.org/10.30862/psnmu.v7i1.15

Keywords:

noken, serat alam, pewarna alami, pemasaran

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui jenis tumbuhan untuk pembuatan, proses pemasaran di tingkat masyarakat serta kontribusi ekonomi dari noken yang diperoleh masyarakat Kampung Umpung Distrik Minyambouw Kabupaten Pegunungan Arfak Provinsi Papua Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan teknik observasi lapangan dan wawancara semi-struktural. Hasil penelitian ini menunjukkan  bahwa terdapat 3 (tiga) jenis yang digunakan sebagai bahan baku anyaman noken, yaitu:  Debregeasia longifolia (Urticaceae), Debregeasia sp., (Urticaceae) dan Cypholopus brunneolus (Urticaceae).  Selain sebagai bahan baku  terdapat juga pewarna alami yang digunakan untuk mewarnai noken sebanyak 4 (empat) jenis vegetasi, yaitu: Bixa orellana (Bixaceae), Helicia sp. (Proteaceae), Iresine herbstii Hook (Amaranthaceae), Pipturus sp. (Urticaceae) pembuatan noken dimulai dari pengambilan bahan baku (di alam) berupa kulit batang pohon (pepagan), pengupasan kulit (epidermis), penjemuran (pengeringan) bahan, pemintalan serat, pewarnaan serat dan penganyaman (pembuatan noken), serta pemasaran yang dilakukan masyarakat. Transfer pola pengetahuan dalam menganyam noken dikhususkan pada perempuan saja, yaitu dari para ibu kepada anak-anak perempuan.  Terkait pola konservasi jenis vegetasi bahan baku noken, masyarakat masih memanfaatkan bahan baku  yang diambil langsung dari alam dan masyarakat belum membudidayakan bahan baku tjenis vegetasi tersebut.  Sedangkan untuk bahan pewarna alami, salah satu bentuk upaya konservasi yang dilakukan adalah dengan menanam tanaman tersebut di halaman pekarangan rumah. Hal ini dilakukan untuk mempermudah pengambilan bahan baku pewarna tersebut dan mudah untuk diperoleh saat akan digunakan.Kesimpulan bahan baku pembuatan noken terdiri dari 3 jenis dan satu famili dan untuk pewarna alami terdiri dari 4 jenis dan 4 famili pembuatan noken menghabiskan waktu 1 sampai 2 hari untuk ukuran kecil dan 1minggu untuk ukuran besar dari pembuatan ini noken dijual dan pengghasilannya digunakan untuk pemenug=han biaya rumah tangga

Downloads

Published

2022-05-31

Issue

Section

Articles